Sunday, February 24, 2008

Sakit Kritis, Sakit Mahal Sekali…

Dalam satu tahun ini saya menyaksikan dua orang kerabat dekat yang mengalami penyakit jantung salah satu penyakit kritis yang sangat mematikan saat ini. Pertama kakak sepupu saya, seorang pria berumur 50 tahun. Pertengahan tahun 2007 lalu beliau menjalani operasi jantung by pass setelah sebelumnya beliau menjalani operasi jantung ringan dengan pemasangan 3 buah cincin/stain di Singapura. Ternyata pemasangan stain ini tidak mengatasi masalah dan hanya bertahan sekitar 6 bulan kemudian dokter menyatakan bahwa beliau harus menjalasi oprasi by pass karena terjadi penumpukkan lemat di ujung-ujung stain yang dipasang. Akhirnya beliau menjalasi operasi jantung by pass di Jakarta. Alhamdullilah operasi berjalan lancar dan beliau sekarang sudah sehat seperti semula.

Orang dekat kedua adalah kakak ipar saya yaitu kakak kandung dari isteri saya seorang pria juga dan umurnya juga hampir sama dengan kakak sepupu saya. Beliau baru saja keluar dari rumah sakit setelah di rawat selama 1 bulan lebih akibat serangan jantung dan kemudian dilakukan operasi jantung by pass di salah satu rumah sakit internasional di Jakarta Timur. Alhamdullilah operasi berjalan lancar dan sekarang beliau dalam proses pemulihan.

Yang menarik dari kedua orang ini adalah bahwa keduanya bukan perokok dan sangat menyenangi olah raga. Tapi kedua ayah dari mereka juga meninggal dunia akibat penyakit jantung pada usia yang hampir sama dengan pada saat mereka terkena penyakit ini, jadi besar kemungkinan bagi mereka penyakit jantung adalah penyakit keturunan.

Dari kedua kejadian pada orang dekat ini, ada satu hal yang menjadi perhatian saya yaitu biaya perawatannya yang sangat luar biasa besar. Kakak sepupu saya secara keseluruhan termasuk perawatan di Singapura dan operasi di Jakarta telah menghabiskan uang sekitar empat ratus juta rupiah, sedangkan kakak ipar saya selama 1 bulan di rawat di rumah sakit juga menghabiskan dana dalam jumlah yang sama dengan yang dikeluarkan oleh kakak sepupu saya. Beruntunglah kedua kakak-kakak saya ini, kakak sepupu saya Alhamdulillah mempunyai kemampuan untuk membayar semua biaya dan ditambah klaim dari asuransi jiwa. Sementara kakak ipar saya lebih beruntung lagi karena semua biaya rumah sakit ditanggung 100 persen oleh perusahaan tempatnya bekerja sebuah BUMN. Namun di luar biaya rumah sakit masih banyak lagi biaya yang dikeluarkan selama 1 bulan itu. Biaya bolak-balik keluarga ke rumah sakit, sewa kamar hotel bagi keluarga yang datang menjenguk, biaya extra kendaraan dan banyak lagi biaya lainnya yang kalau di total bisa di atas 10 juta rupiah.

Melihat apa yang dialami oleh keluarga dekat ini, saya mengingatkan diri saya untuk bersiap-siap menghadapi kondisi seperti ini. Kalau di lihat dari segi usia dan asal usul dimana kami sama-sama berasal dari suku Minang yang terkenal dengan pengonsumsi makanan berkolesterol tinggi, maka tidak tertutup kemungkinan sayapun akan mengalami penyakit yang sama pada saat saya mencapai usia seperti mereka terkena penyakit itu. Kalau dari segi pengobatannya tidak perlu diragukan lagi, menurut dokter yang merewat kakak ipar saya bahwa saat ini kemungkinan keberhasilan operasi jantung itu sekitar 90% jadi, sangat tinggi. Namun yang menjadi pemikiran saya adalah pengadaan biaya yang sebesar 400 juta itu! Darimanakah saya harus menyediakan dana sebanyak itu karena kondisi keuangan kami saat ini tidak sebaik kondisi kakak sepupu saya sementara kami juga bukan pegawai dari sebuah perusahaan yang mampu mengganti semua biaya perawatan segala macam penyakit yang diderita karyawannya.

Alhamdulliah, sekarang kami sudah menemukan jalan keluarnya. Sejak tahun lalu kami membeli produk asuransi Unit Link dari salah satu perusahaan asuransi asing terbesar di Indonesia dimana di dalam jaminan asuransi ini kami mengambil paket Critical Illness atau CI Plus yang menjamin sebanyak 38 jenis penyakit kritis termasuk penyakit jantung. Jaminan asuransi Critical Illness akan mulai berlaku pada saat kami didiagnosa mengidap penyakit jantung dan telah diambil tindakan operasi sebagai usaha pengobatan. Perusahaan asuransi akan memberikan santunan sesuai dengan tingkat kekritisan penyakit jantung, dan jika telah diambil tindakan by pass maka akan menerima 100% dari jaminan yang sudah diasuransikan. Yang menariknya setelah kami mendapatkan penggantian dari perusahaan asuransi selanjutnya kami tidak perlu lagi membayar premi asuransi sampai masa polis asuransi berakhir atau sampai kami mencapai usia 65 tahun perusahaan asuransi akan membiayai kewajiban premi kami. Di samping itu jika sewaktu-waktu kami meninggal dunia dalam masa asuransi maka ahli waris dan keluarga kami masih berhak untuk mendapatkan dana sebesar nilai pertanggungan misalkan sebesar Rp. 250 juta. Inilah yang sangat menarik bagi kami karena biasanya program asuransi yang lain hanya mengganti jika peserta meninggal, sedangkan kalau peserta sakit kritis dia masih tetap harus membayar kewajiban premi asuransi walaupun pada saat itu dia tidak mampu membayarnya.

Di samping kami mengambil jaminan asuransi Critical Illness dari program Unit Link kami pun masih menambah jaminan asuransi lain yaitu asuransi Kesehatan Individu dimana kami akan mendapatkan perawatan di rumah-rumah sakit rekanan dari perusahaan asuransi tersebut yang tersebar di kota berbagai tempat di Jakarta dan beberapa kota besar lainnya. Di dalam polis asuransi ini kami juga akan mendapatkan manfaat operasi besar termasuk jantung sekitar Rp 100 juta maksimal, jadi dengan demikian kami mempunyai tambahan jaminan atas biaya pengobatan penyakit kritis jika terjadi pada saya.

Teman-teman dan saudara-saudaraku bagaimana dengan Anda? Sudahkan Anda bersiap diri untuk menghadapi kondisi seperti yang dialami oleh kedua orang dekat kami di atas? Apakah Anda sudah mengalokasikan dana dan tabungan Anda jika itu terjadi? Kalau sudah apakah jumlahnya sudah cukup banyak sehingga Anda tidak perlu merepotkan orang lain.
Kalau Anda sakit yang bertanggung jawab untuk pengobatan adalah Anda sendiri! bukan orang tua, bukan saudara bukan pula teman-teman Anda, hanya Anda sendirilah yang bertanggung jawab atas kesehatan diri Anda sendiri. Keluarga Anda sangat mengharapkan Anda tetap sehat dan produktif seperti biasa karena begitu banyak yang masih Anda selesaikan untuk membahagiakan keluarga Anda. Pendidikan anak-anak tercinta, hutang-hutang yang masih harus dilunasi, cicilan rumah yang harus diselesaikan dan segudang kewajiban lain yang harus Anda selesaikan. Jadi Anda harus sembul dari penyakit itu untuk kepentingan keluarga tercinta.

Saya rasa cara yang paling bijak adalah dengan mempersiapkan segala sesuatu dari sekarang pada saat kondisi Anda masih baik, kalau sudah sakit tidak ada lagi asuransi yang mau menjamin Anda.

Sebagai orang yang sudah 25 tahun hidup di dunia asuransi, penciptaan program Critical Illness pada asuransi jiwa merupakan program yang paling fenomenal karena selama ini jaminan asuransi hanya berupa jaminan tradisional dimana penggantian hanya diberikan jika tertanggung meninggal dunia. Tapi di dalam program asuransi Critical Illness Anda sakit tapi terkena penyakit kritis Anda sudah bisa mendapatkan manfaat asuransi sehingga Anda bisa pulih kembali dan Anda terbebas dari kewajiban membayar premi untuk sisa masa asuransi.

Milikilah program jaminan asuransi ini sekarang juga sebelum terlambat. Di bandingkan dengan manfaat yang akan didapatkan biaya yang dikeluarkan sangatlah sedikit, Anda hanya perlu menyisihkan sekitar 4%/tahun dari nilai ekonomis Anda dan Insya Allah dengan alokasi dana yang sebesar itu sudah cukup untuk melindungi Anda dan keluarga.

Saya siap membantu Anda, silakan kirimkan e-mail kepada taufikarifin@yahoo.com

Semoga bermanfaat,

Accident can happen anywhere and anytime, protect now!!

Salam,

Mhd. Taufik Arifin SE, APAI, CIIB

Insurance and Risk Management Consultant

No comments: