Saturday, March 1, 2008

My Son, My Partner

Menarik juga pengalaman kami di hari Sabtu tanggal 1 Maret 2008 ini. Hari ini kami di rumah saja berdua dengan my only son Bobby. Setelah pagi sampai jam 9 kami sibuk dengan kegiatan masing-masing, saya bermain badminton sementara Bobby my son mengaji bersama Nisa saudara sepupunnya. Setelah itu saya ada rapat di musola sampai lohor dan my son yang panggilan kesayangan oleh keluarga OB (obi) bermain-main di rumah dan seperti biasa setelah azan OB menyusul saya ke musola untuk shorat lohor berjamaah. Setelah selesai solat kita pulang dan makan siang berdua. Mamanya kebetulan siang ini ada janji dengan klien di daerah jalan Fatmawati, jadilah kami berdua menikmati week end dengan penuh keceriaan. OB my son sekarang umurnya 8 tahun, pelajar kelas 3 SDI Amalina, Pondok Aren Tangerang.


Selesai makan, saya duduk di depan tv menonton acara kesukaan saya setiap Sabtu yaitu berita olahraga di TV7, Metro atau ANTV. Sementera my son bermain di kantor. Ya, kami mempunyai kantor di rumah selain di kantor resmi perusahaan kami. Tak lama kemudian my son menemui saya dan berkata “papa, papa, aku heran ini ada fax banyak sekali datangnya, tuh masih ada lagi yang masuk” katanya. Lalu saya tanya “mana faxnya” dia bilang “sudah ditarok di meja kerja papa”. Sayapun beranjak dari depan tv menuju ruang kantor dan ternyata ada setumpukkan fax baru masuk dari salah satu klien kami berisi informasi kapal dan barang yang segera diasuransikan mulai hari ini karena kapal sudah berangkat tadi pagi dari Singapura ke Jakarta. Karena ini adalah permintaan urgent dan sudah agak terlambat langsung saya kerjakan dengan memberitahukan kepada rekan-rekan asuransi kami.

Pada saat itulah tanpa sengaja saya melibatkan my son sebagai partner bisnis saya. Pada saat saya mengerjakan pekerjaan itu my son selalu berada di kantor sambil memperhatikan saya bekerja dan mendengarkan pembicaraan saya di telepon lalu my son menanyakan banyak sekali bertanyaan mengenai pekerjaan saya.

Berikut in pertanyaan dan diskusi saya dengan my son yang menggilitik saya. Mudah-mudahan ini bermanfaat bagi teman-teman dan saudaraku semua.

“Pa, kok orang kirim fax kepada kita untuk apa?”. Saya jawab bahwa mereka itu adalah rekan bisnis kita (saya sebutkan kita karena dari semula saya sudah beritahu bahwa perusahaan ini adalah bisnis kita (saya, mamanya dan my son bahkan my son dari semula sudah punya kartu nama dengan jabatan Very Young Assistant). Saya lanjutkan, “mereka memberi order kepada kita dan dari order ini kita akan dapat uang” jawab saya. Langsung my son bertanya lagi “berapa pa, kita dapat uangnya?” lalu saya ambil kalkulator saya hitung dan saya lihatkan kepada my son, lalu reaksinya “ wah pa kita dapat sebanyak itu, banyak juga ya!” reaksinya dengan wajah penuh kagum.

Lalu keluar pernyataannya yang sangat menggelitik saya, “pa kalau begitu kita bersyukur ya, kita punya kantor seperti ini dari pada punya warung, kan warung paling orang belanjanya Cuma 5 ribu, paling tinggi juga 20 ribu sekali belanja” pernyataan ini benar-benar mencengangkan saya karena berasal dari anak berumur 8 tahun. Lalu my son bertanya bagaimana caranya dulu kita bisa punya kantor, lalu saya jelaskan bahwa kita perlu sekolah dulu, kuliah serta belajar kerja baru kalau sudah bisa langsung jadi kerja. “Tapi aku suka kerja di kantor kita dari pada di warung, kan di warung tidak perlu computer dan fax” tambahnya lagi.

Suasana menjadi tambah menarik karena my son mulai bertanya bagaimana caranya kita mendapatkan uang dari bisnis. Lalu saya jelaskan dengan menggunakan diagram dan skema mengenai fungsi dan tugas sebagai seorang agen dan broker asuransi. Lalu jawabnya “ jadi MAA, AIU, ALLIANZ serta perusahaan asuransi lain itu adalah teman-teman kita ya pa!” gumamnya sambil memegang pulpen. Dan selanjutnya my son menambahkan lagi dan “ PT A, PT B dan PT C itu adalah klien kita ya” lanjutnya lagi. Karena memang my son sudah familiar dengan nama-nama klien kami karena filenya/ordnernya hampir setiap hari dilihatnya demikian juga surat-surat masuk yang ada di meja staff.Jadi my son sudah masuk ke pelajaran dasar asuransi “introduction to insurance”.

Setelah saya selesai membuat fax dan ketika akan memasukkannya ke mesin fax tiba-tiba my son berkata “pa biar aku aja yang mengirimkan!” pintanya. Lalu saya tanya apakah sudah bisa, jawabnya “belum, tapi aku sudah pernah lihat tante Yetty” jawabnya. Dia berjalan ke mesin fax dan mulai memasukkan kertas ke dalam mesin dan ternyata my son belum bisa, lalu saya bantu dia. Untuk fax yang keduanya my son sudah bisa melakukannya sendiri. Dan bertanya apakah fax itu sudah benar-benar sampai di tempat tujuan. Suatu pelajaran bisnis dasar yang tidak banyak anak seusia my son akan mendapatkannya.

Melihat antusiasme my son, saya jelaskan lebih lanjut mengenai cara bekerja dan beberapa hal yang harus di kuasai. Saya memperkenalkan istilah-istilah dan pengertian dari Manjemen, Marketing, Adiministrasi, System dan lain-lain. Pada saat saya menjelaskan kata Marketing dia mengomentari “ jadi kalau papa pergi-pergi itu, papa lagi mengerjakan marketing, makanya papa dulu gak dimarahi boss kabur-kabur begitu”, wah lucu juga komentarnya.

Lalu saya beri gambaran kepada my son mengenai perkembangan bisnis kita, “dulu ingatkan waktu kita mulai L&G kita belum ada klien? dan sekarang kita sudah punya banyak klien, itu karena kita melakukan marketing” jelas saya. Tapi my son punya komentar yang sedikit futuristic, “ kalau begitu tahun depan bisnis kita bisa semakin besar ya pa, bisa lebih besar dari PT…. (dia menyebutkan perusahaan saya terdahulu)” Saya jawan ya “Insya Allah, bisa”. Lanjutnya lagi “nanti kantor kita harus lebih besar dari ini karena sudah tidak muat lagi, aku mau kantor kita besar dan di luarnya ada tulisan L&G” lanjutnya. Ya Allah, sungguh luar biasa imajinasi my son ini.

Pembicaraan futuristic ini berlanjut terus sampai kepada ketika saya mengatakan “nanti kalau perusahaan ini sudah besar dan papa sudah tua OB saja yang meneruskan” dan my son memberikan komentar “jadi aku ini generasi penerus ya pa” wah, jawaban yang sangat smart lagi. Saya melihat bahwa my son benar-benar sudah memahami visi saya.

Ya memang, saya sekarang saya punya keinginan bahwa saya hanya akan berpartner dengan keluarga dekat saja. Cukuplah pengalaman saya selama 10 tahun bekerjasama dengan orang lain yang berakhir dengan kekecewaan. Waktu, uang, tenaga serta kreatifitas yang sudah saya bangun selama itu menjadi sia-sia. Ternyata susah sekali menjadi teman yang benar-benar teman. Pada akhirnya tetap juga “what is in it for me”. Mereka akan menjadi teman jika mereka masih menikmati manfaat dari kita atau selama mereka masih lemah. Segalanya akan berubah ketika mereka sudah mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Kembali ke my son, “pa, L&G sudah terkenal sampai ke luar negeri belum?” tanyanya. Saya jawab “ sudah ada beberapa orang yang kenal melalui e-mail dan internet”. Ya memang sudah banyak yang mengenal kami, ini terbukti dari jumlah kunjungan yang cukup tinggi ke blog kami. Selanjutnya my son mengatakan “ bagaimana kalau banyak orang dari Arab, orang Bule, orang Cina datang ke kantor kita” tanya lagi.

Diskusi dengan my son selalu menyenangkan, hal ini hampir setiap hari saya nikmati terutama di pagi hari pada saat saya antar my son menuju sekolahnya sekitar 15 menit dari rumah. Alhamdulillah sejak my son sekolah di TK A sampai sekarang saya hampir selalu punya waktu untuk mengantar, ini memang cita-cita saya dari dulu bahwa saya ingin punya waktu yang banyak untuk my son. Banyak sekali pertanyaan-pertanyaannya selama perjalanan, bersyukurlah saya ayahnya yang memberikan jawaban, bukan orang lain. Karena jawaban saya pasti dengan motivasi menuju ke visi saya, bukan asal jawab.

Catatan ini sejalan pula dengan pengalaman saya yang sangat menarik dalam minggu lalu. Hari Senin saya mengadakan pertemuan dengan seorang tokoh bisnis yang hampir semua orang kenal yaitu bapak Robby Tjahjadi, Anda kenalkan? Di situ saya juga diperkenalkan dengan salah seorang anak beliau Michael Tjahjadi. Saya terkesan dengan kerjasama dan teamwork dan keluarga ini. Saya kagum dengan pak Robby yang memberikan kepercayaan kepada Michael untuk memimpin perusahaan-perusahaan keluarga itu.

Pengalaman kedua adalah ketika saya menghadiri seminar yang diselenggarakan oleh Sabila Center for Competitiveness yang dituan rumahi oleh saudara/kakak saya Israr Rusi di Hotel Mulia tanggal 26 February 2008. Walau saya tidak mengikuti seminar itu sampai selesai tapi saya sangat beruntung dapat mengikuti 2 pembicara awal. Yang pertama adalah saudaraku Handry Satriago Director Power Generation GE Energy yang benar-benar telah memberi inspirasi mengenai pentingnya mengembangkan Competitiveness. Selain itu yang menarik di dalam penyelenggaraan ini saya bertemu dengan kkd Jahar Indra ayahAnda dari Handry.

Yang sangat lebih berkesan bagi saya sehubungan tulisan ini adalah pembicara kedua yaitu Anindya Bakrie President Director dari Bakrie Telecom dan perusahaan-perusahaan Group Bakrie lainnya sebuah group bisnis terbesar di negeri ini saat ini. Anindaya benar-benar memberi inspirasi kepada saya bahwa seorang “generasi penerus” dari keluarga mampu mengangkat dan memajukan bisnis keluarga yang sedemikian besar dengan berbagai masalah dan tantangan. Nilai-nilai kekeluargaan yang sedemikian kuatlah yang bisa mengangkat Bakrie Group dari keterpurukan setelah krisis moneter tahun 1998 yang lalu. Bagaimana keluarga telah mempersiapkan Anindya sebagai orang yang akan meneruskan kepemimpinan Bakrie dengan memberikan pendidikan formal dan non formal selama bertahun-tahun sehingga akhirnya mampu menjadi pengendali Bakrie group dan mencapai pertumbuhan sebesar sekarang ini.

Tulisan ini juga melengkapi e-mail yang diforward oleh ananda Hamdi Murni di milis Sarik Laweh mengenai orang nomor 2 terkaya di dunia Warren Buffet, dimana sejak kecil mas Warren sudah terbiasa dengan bisnis dan investasi, pada usia 8 dan 11 tahun sudah mulai membangun bisnis investasi hingga sekarang menjadi perusahaan raksasa.

Demikian catatan ini, semoga menginsipirasi Anda untuk mempersiapkan generasi penerus bisnis Anda.

Salam,

Mhd. Taufik Arifin SE, APAI, CIIB

Insurance and Risk Management Consultant

Sunday, February 24, 2008

Sakit Kritis, Sakit Mahal Sekali…

Dalam satu tahun ini saya menyaksikan dua orang kerabat dekat yang mengalami penyakit jantung salah satu penyakit kritis yang sangat mematikan saat ini. Pertama kakak sepupu saya, seorang pria berumur 50 tahun. Pertengahan tahun 2007 lalu beliau menjalani operasi jantung by pass setelah sebelumnya beliau menjalani operasi jantung ringan dengan pemasangan 3 buah cincin/stain di Singapura. Ternyata pemasangan stain ini tidak mengatasi masalah dan hanya bertahan sekitar 6 bulan kemudian dokter menyatakan bahwa beliau harus menjalasi oprasi by pass karena terjadi penumpukkan lemat di ujung-ujung stain yang dipasang. Akhirnya beliau menjalasi operasi jantung by pass di Jakarta. Alhamdullilah operasi berjalan lancar dan beliau sekarang sudah sehat seperti semula.

Orang dekat kedua adalah kakak ipar saya yaitu kakak kandung dari isteri saya seorang pria juga dan umurnya juga hampir sama dengan kakak sepupu saya. Beliau baru saja keluar dari rumah sakit setelah di rawat selama 1 bulan lebih akibat serangan jantung dan kemudian dilakukan operasi jantung by pass di salah satu rumah sakit internasional di Jakarta Timur. Alhamdullilah operasi berjalan lancar dan sekarang beliau dalam proses pemulihan.

Yang menarik dari kedua orang ini adalah bahwa keduanya bukan perokok dan sangat menyenangi olah raga. Tapi kedua ayah dari mereka juga meninggal dunia akibat penyakit jantung pada usia yang hampir sama dengan pada saat mereka terkena penyakit ini, jadi besar kemungkinan bagi mereka penyakit jantung adalah penyakit keturunan.

Dari kedua kejadian pada orang dekat ini, ada satu hal yang menjadi perhatian saya yaitu biaya perawatannya yang sangat luar biasa besar. Kakak sepupu saya secara keseluruhan termasuk perawatan di Singapura dan operasi di Jakarta telah menghabiskan uang sekitar empat ratus juta rupiah, sedangkan kakak ipar saya selama 1 bulan di rawat di rumah sakit juga menghabiskan dana dalam jumlah yang sama dengan yang dikeluarkan oleh kakak sepupu saya. Beruntunglah kedua kakak-kakak saya ini, kakak sepupu saya Alhamdulillah mempunyai kemampuan untuk membayar semua biaya dan ditambah klaim dari asuransi jiwa. Sementara kakak ipar saya lebih beruntung lagi karena semua biaya rumah sakit ditanggung 100 persen oleh perusahaan tempatnya bekerja sebuah BUMN. Namun di luar biaya rumah sakit masih banyak lagi biaya yang dikeluarkan selama 1 bulan itu. Biaya bolak-balik keluarga ke rumah sakit, sewa kamar hotel bagi keluarga yang datang menjenguk, biaya extra kendaraan dan banyak lagi biaya lainnya yang kalau di total bisa di atas 10 juta rupiah.

Melihat apa yang dialami oleh keluarga dekat ini, saya mengingatkan diri saya untuk bersiap-siap menghadapi kondisi seperti ini. Kalau di lihat dari segi usia dan asal usul dimana kami sama-sama berasal dari suku Minang yang terkenal dengan pengonsumsi makanan berkolesterol tinggi, maka tidak tertutup kemungkinan sayapun akan mengalami penyakit yang sama pada saat saya mencapai usia seperti mereka terkena penyakit itu. Kalau dari segi pengobatannya tidak perlu diragukan lagi, menurut dokter yang merewat kakak ipar saya bahwa saat ini kemungkinan keberhasilan operasi jantung itu sekitar 90% jadi, sangat tinggi. Namun yang menjadi pemikiran saya adalah pengadaan biaya yang sebesar 400 juta itu! Darimanakah saya harus menyediakan dana sebanyak itu karena kondisi keuangan kami saat ini tidak sebaik kondisi kakak sepupu saya sementara kami juga bukan pegawai dari sebuah perusahaan yang mampu mengganti semua biaya perawatan segala macam penyakit yang diderita karyawannya.

Alhamdulliah, sekarang kami sudah menemukan jalan keluarnya. Sejak tahun lalu kami membeli produk asuransi Unit Link dari salah satu perusahaan asuransi asing terbesar di Indonesia dimana di dalam jaminan asuransi ini kami mengambil paket Critical Illness atau CI Plus yang menjamin sebanyak 38 jenis penyakit kritis termasuk penyakit jantung. Jaminan asuransi Critical Illness akan mulai berlaku pada saat kami didiagnosa mengidap penyakit jantung dan telah diambil tindakan operasi sebagai usaha pengobatan. Perusahaan asuransi akan memberikan santunan sesuai dengan tingkat kekritisan penyakit jantung, dan jika telah diambil tindakan by pass maka akan menerima 100% dari jaminan yang sudah diasuransikan. Yang menariknya setelah kami mendapatkan penggantian dari perusahaan asuransi selanjutnya kami tidak perlu lagi membayar premi asuransi sampai masa polis asuransi berakhir atau sampai kami mencapai usia 65 tahun perusahaan asuransi akan membiayai kewajiban premi kami. Di samping itu jika sewaktu-waktu kami meninggal dunia dalam masa asuransi maka ahli waris dan keluarga kami masih berhak untuk mendapatkan dana sebesar nilai pertanggungan misalkan sebesar Rp. 250 juta. Inilah yang sangat menarik bagi kami karena biasanya program asuransi yang lain hanya mengganti jika peserta meninggal, sedangkan kalau peserta sakit kritis dia masih tetap harus membayar kewajiban premi asuransi walaupun pada saat itu dia tidak mampu membayarnya.

Di samping kami mengambil jaminan asuransi Critical Illness dari program Unit Link kami pun masih menambah jaminan asuransi lain yaitu asuransi Kesehatan Individu dimana kami akan mendapatkan perawatan di rumah-rumah sakit rekanan dari perusahaan asuransi tersebut yang tersebar di kota berbagai tempat di Jakarta dan beberapa kota besar lainnya. Di dalam polis asuransi ini kami juga akan mendapatkan manfaat operasi besar termasuk jantung sekitar Rp 100 juta maksimal, jadi dengan demikian kami mempunyai tambahan jaminan atas biaya pengobatan penyakit kritis jika terjadi pada saya.

Teman-teman dan saudara-saudaraku bagaimana dengan Anda? Sudahkan Anda bersiap diri untuk menghadapi kondisi seperti yang dialami oleh kedua orang dekat kami di atas? Apakah Anda sudah mengalokasikan dana dan tabungan Anda jika itu terjadi? Kalau sudah apakah jumlahnya sudah cukup banyak sehingga Anda tidak perlu merepotkan orang lain.
Kalau Anda sakit yang bertanggung jawab untuk pengobatan adalah Anda sendiri! bukan orang tua, bukan saudara bukan pula teman-teman Anda, hanya Anda sendirilah yang bertanggung jawab atas kesehatan diri Anda sendiri. Keluarga Anda sangat mengharapkan Anda tetap sehat dan produktif seperti biasa karena begitu banyak yang masih Anda selesaikan untuk membahagiakan keluarga Anda. Pendidikan anak-anak tercinta, hutang-hutang yang masih harus dilunasi, cicilan rumah yang harus diselesaikan dan segudang kewajiban lain yang harus Anda selesaikan. Jadi Anda harus sembul dari penyakit itu untuk kepentingan keluarga tercinta.

Saya rasa cara yang paling bijak adalah dengan mempersiapkan segala sesuatu dari sekarang pada saat kondisi Anda masih baik, kalau sudah sakit tidak ada lagi asuransi yang mau menjamin Anda.

Sebagai orang yang sudah 25 tahun hidup di dunia asuransi, penciptaan program Critical Illness pada asuransi jiwa merupakan program yang paling fenomenal karena selama ini jaminan asuransi hanya berupa jaminan tradisional dimana penggantian hanya diberikan jika tertanggung meninggal dunia. Tapi di dalam program asuransi Critical Illness Anda sakit tapi terkena penyakit kritis Anda sudah bisa mendapatkan manfaat asuransi sehingga Anda bisa pulih kembali dan Anda terbebas dari kewajiban membayar premi untuk sisa masa asuransi.

Milikilah program jaminan asuransi ini sekarang juga sebelum terlambat. Di bandingkan dengan manfaat yang akan didapatkan biaya yang dikeluarkan sangatlah sedikit, Anda hanya perlu menyisihkan sekitar 4%/tahun dari nilai ekonomis Anda dan Insya Allah dengan alokasi dana yang sebesar itu sudah cukup untuk melindungi Anda dan keluarga.

Saya siap membantu Anda, silakan kirimkan e-mail kepada taufikarifin@yahoo.com

Semoga bermanfaat,

Accident can happen anywhere and anytime, protect now!!

Salam,

Mhd. Taufik Arifin SE, APAI, CIIB

Insurance and Risk Management Consultant

Saturday, February 2, 2008

7 Tips Mengurus Klaim Asuransi Banjir

Jumat 1 February 2008 kemarin banjir besar kembali melanda Jakarta. Banjir kali datangnya tiba-tiba karena hujan turun hanya sejak malam sebelumnya, bukan seperti tahun-tahun sebelumnya yang ditandai dengan hujan berhari-hari. Tidak banyak orang yang bersiap-siap untuk menghadapi banjir kali ini termasuk rombongan presiden SBY yang terperangkap banjir di jalan Thamrin Jakarta dan terpaksa turun dari kendaraan RI 1nya.

Seorang karyawan kami menyampaikan bahwa ketinggian air di dearah Kebon Jeruk, Tanjung Duren dan sekitarnya ketinggian air sampai setinggi dada orang dewasa. Hampir semua rumah tergenang air dan banyak mobil-mobil yang terendam di dalam garasi. Demikian juga kalau dilihat dari liputan di telivisi memperlihatkan banyak rumah asset berharga yang tergenang air. Hampir dipastikan akan banyak terjadi kerusakan dan kehilangan barang-barang berharga milik warga yang hanyut dan rusak karena air.

Beruntunglah bagi mereka yang sudah mengantisipasi bencana ini dengan membeli jaminan asuransi banjir karena ini saatnya mereka untuk mengajukan klaim kepada perusahaan asuransi. Bagi yang belum membeli jaminan asuransi ini saatnya bagi anda untuk mulai membeli asuransi.

Agar proses penyelesaian klaim asuransi anda dapat berjalan dengan baik dengan penggantian yang maksimal dan dalam waktu yang tidak terlalu lama, berikut ini kami sampaikan beberapa tips untuk Anda;

  1. Kalau anda yakin bahwa anda sudah mengasuransikan asset anda rumah, kendaraan, stok barang, pabrik serta mesin-mesin Anda, segera cari Polis Asuransi atau kontrak perjanjian asuransi Anda. Jika tidak diketemukan anda bisa menghubungi pihak asuransi yang menjamin asuransinya. Kalau anda menggunakan jasa agent atau broker maka mintalah bantuan mereka karena mereka pasti mempunyai salinan polis asuransi Anda.

  1. Jika polis asuransinya sudah diketemukan segera lihat ”luas jaminannya” atau ”conditions”nya apakah ada jaminan kebanjiran atau kalau polisnya dalam bahasa Inggris jaminan itu tertulis policy extensions ”Flood, Storm, Tempest and Water Damage”. Perlu di catat bahwa jaminan asuransi Banjir tidak otomatis termasuk di dalam setiap polis asuransi.

Khusus untuk kondisi asuransi Kendaraan Bermotor yang terbaru (PMK 74) jaminan banjir harus dengan penambahan premi, bisa jadi polis asuransi mobil anda belum diperluas dengan jaminan banjir.

  1. Kalau pasti bahwa resiko banjir dijamin di dalam polis asuransi Anda maka segeralah memberitahu perusahaan asuransi anda dengan membuat Laporan Klaim Tertulis dengan menyebutkan nomor polis dan kerusakan yang terjadi dan minta mereka untuk segera melakukan peninjauan kepada barang-barang yang rusak. Ingat ada batas waktu pelaporan klaim misalnya maximum 3 hari, 7 hari ataupun 30 hari sejak kejadian, jangan sampai batas waktu itu terlewati agar klaim anda tidak ditolak.

  1. Jangan lakukan pemindahaan atau perbaikan sebelum pihak asuransi datang. Namun jika kondisinya anda tidak bisa lagi menunggu maka ambil foto-foto dari barang-barang yang rusak dan untuk diserahkan sebagai bahan bukti. Khusus untuk kerusakan mobil minta pihak asuransi mengirimkan mobil dereknya dan minta persetujuan mereka untuk membawa ke bengkel yang direkomendasikan oleh asuransi.

  1. Bekerjasamalah dengan pihak Agent atau Broker anda mempersiapkan semua data-data yang diperlukan oleh pihak asuransi. Jika perusahaan asuransi menunjuk jasa Loss Adjuster maka berikan bantuan atau informasi yang mereka perlukan agar proses penyelesaian dapat dilakukan dengan cepat.

  1. Mungkin akan ada perbedaan di dalam menilai besarnya kerugian yang terjadi antara Anda dengan Perusahaan Asuransi. Carilah titik temu atau kondisi ”win-win”. Jangan lupa ada fator Deductible atau resiko sendiri yang akan mengurangi nilai klaim anda.

  1. Jika semua informasi yang diperlukan dapat Anda disediakan dengan waktu cepat maka klaim asuransi ini dapat diselesaikan secepatnya.Antara 1 bulan sampai 3 bulan tegantung komplikasi dan besarnya klaim.

Demikian tips dari kami semoga bermanfaat, jika anda memerlukan bantuan kami silakan kirimkan e-mail ke taufikarifin@yahoo.com.

”ACCIDENT CAN HAPPEN ANYWEHRE, ANYTIME AND TO ANYONE”

Jakarta 2 February 2008

Mhd. Taufik Arifin, SE, APAI, CIIB

Insurance and Risk Management Consultant

081586662730

http//:taufikarifin.blogspot.com

Monday, January 28, 2008

Tafsir Surat Al-Lahab dan surat An-Nashr

Assalamualaikum,

Berikut ini catatan kami dari pengajian rutin Jl. Purwakarta Jakarta Pusat yang dengan pengajar ustad Abdurrahman Al Baghdady yang diadakan pada tanggal 27 Januari 2008

Surat Al-Lahab

Surat ini turun di Makkah sehingga ia menjadi surat kelompok Makkiyah turun sesudah surat Al Muddassir. Surat Al Lahab terdiri dari 5 ayat.
Surat ini turun berkenaan dengan satu peristiwa besar di dalam dakwah Islam yang disampaikan oleh Rasullah SAW. Pada saat Nabi Muhammad memanggil saudara-saudara beliau kaum Quraisy atas perintah Allah SWT. Beliau memanggil mereka satu persatu dengan nama-nama mereka. Mereka semua datang, bagi yang tidak bisa hadir mereka mengirim utusan mereka.

Rasul berdiri di atas puncak buki Safa dan beliau berkata "hai saudara-saudaraku, ketahuilah bahwa seorang pemimpin tidak akan menipu kaumnya sendiri, demi Allah kalau aku boleh menipu bangsa-bangsa niscaya aku tidak akan melakukan kepada kalian, ketahuilah bahwa kalian akan dibangkitkan dari kubur". Selanjutnya Rasulullah bertanya kepada mereka "bagaimana pendapat kalian jika aku beritahu jika dibelakang bukit itu ada musuh yang siap menggempur kita, kalian percaya?", mereka menjawab percaya!. Kemudian nabi menyampaikan "ketahuilah bahwa aku ini adalah Rasul Allah". Mendengar pernyataan itu salah seorang kerabat Nabi bernama Abu Lahab berang dan mengatakan "binasalah kamu sepanjang hari ini, dan selanjutnya ia mengatakan "apakah karena urusan sekecil itu kamu memanggil kami?"
Lalu saat itu juga Allah menurunkan ayat pertama surat Al-Lahab yang artinya sebagai jawaban langsung atas bantahan dari Abu Lahab,

(ayat 1) "binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa". Setelah mendengar ayat ini semua hadirin bubar dan kemudian Abu Lahab berkata "aku akan melindungi diriku dengan harta-harta dan anak-anakku di hari akhir". Atas pernyataan ini Allah SWT menurunkan ayat yang kedua dari suat Al-Lahab yang artinya:

(ayat 2) "tiadalah faedah kepadanya harta bendanya dari apa yang ia usahakan".
Dikisahkan pula bahwa pernah salah seorang anak Abu Lahab melamar salah seorang puteri Rasullulah tapi kemudian dia meminta anaknya untuk memutuskan lamaran tersebut.

Ayat 3, "Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak" . Ayat ini diturunkan pada saat yang berbeda. Ternyata akhirnya Abu Lahab dia benar-benar binasa di dunia, dia mati dalam keadaan yang sangat tragis. Dia terkena penyakit kulit yang sangat parah sehingga dia dibenci oleh masyarakat dan dia disingkirkan karena mereka takut akan tertular penyakit yang diderita oleh Abu Lahab. Dia dimasukkan ke dalam gua batu sembari dilempari oleh warga dan didorong dengan kayu sehingga dia masuk ke dalam lobang dan lobangnya ditimbun dengan batu dan dia mati disana. Sekarang terbukti siapa yang binasa, Rasulullah ataukah abu Lahab? Hari kematiannya bertepatan 6 hari setelah perang Badr.
Selama dia hidup, dia mengikuti kemana saja Rasullulah pergi berdakwah, setiap Rasullulah selesai memberikan ceramah maka Abu Lahab maju dan langsung menjelek-jelekkan dakwah Rasullulah dan menfitnahnya.

Ayat 4 "dan (begitu pulalah) dengan pembawa kayu bakar" Yang dimaksud si pembawa kayu bakar disini adalah isteri dari Abu Lahab. Dia dipanggili dengan panggilan itu karena di malam hari dia menyembunyikan identitasnya dengan menjadi pencari kayu duri yang diikatkan didirinya dan dibawa dan dilemparkan ke halaman rumah Rasullulah dengan tujuan agar Nabi terkena duri dan celaka pada saat Nabi pulang ke rumahnya di malam hari setelah pulang berdakwah. Di neraka kelak dia juga akan diikat dengan kayu tersebut dan digantung dilehernya ada sabut tali yang terbakar dan apinya tidak pernah padam.

Ayat 4 "yang dilehernya ada tali dari sabut" . Begitu dia tahu bahwa ayat ini diturunkan isteri Abu Lahab marah sekali dan ingin membunuh Nabi dengan cara melemparkan batu. Pada saat itu ada sahabat Nabi Abu Bakar berada dekat Nabi dan sangat khawatir jika Nabi terkena lemparan batu itu. Nabi katakan kepada Abu Bakar bahwa tidak asaha khawatir karena sesungguhnya isteri Abu Lahab tidak melihat keberadaan Nabi karena Allah telah mengelabui matanya.

Beberapa point penting daru surat Al Lahab;

  1. Dalam mengembangkan dakwah perlu menggunakan sarana yang tersedia seperti yang dicontohkan oleh Nabi dimana beliau memanggil saudara-saudaranya sambil berdiri di atas puncak Bukit Sofa agar beliau bisa melihat semuanya dan suara beliau dapat di dengar dengan baik.
  2. Bahwa untuk berdakwah adalah usaha yang penuh dengan tantangan, setiap dakwah yang baik pasti ada yang menentang dan tantangan itu harus bisa diatasi.
  3. Setiap kejahatan harus diexpose dengan menyebutkan nama-nama oknumnya seperti Abu Lahab.
  4. Surat ini juga menegaskan tentang kebenaran ajaran Rasullulah dan kebinasaan yang ditimpakan kepada penentang ajarannya seperti Abu Lahab.
Surat An Nashr

Surat An-Nashr terdiri dari 3 ayat, surat ini termasuk surat Makkiyah karena diturunkan di kota Makkah dan merupakan surat yang terakhir yang diturunkan di kota Makkah. Surat ini turun setelah Rasullulah berhasil menaklukkan kota Makkah pada tahun ke 8 Hijriyah.

Berkenaan dengan kemenangan yang diberikan Allah untuk menaklukkan kota Makkah maka judul surat ini berasal dari kata Nashrullah atau pertolongan Allah.
Keberhasilan Rasullulah menaklukkan dengan cara damai dengan membawa pasukan sekitar 10,000 orang. Di lain pihak pasukkan Quraish Makkah tidak mempunyai pasukan sebanyak itu. Hal ini terjadi setelah Abu Sofyan salah satu tokoh kaum Quraish sudah masuk Islam. Pada saat memasuki kota Makkah Rasullulah mengatakan "barang siapa yang masuk ke dalam rumahnya dan dia tidak melawan maka dia aman, dan juga bagi mereka yang mencari perlindungan di rumah Abu Sofyan dia juga aman".
Pada saat Rasullulah sampai di Masjidil Haram beliau menemukan ada 360 berhala ada disana. Kemudian Ka'bah dibersihkan. Rasullulah mengumumkan nama-nama penjahat terburuk dan Rasul memerintah untuk membunuh mereka.

Ayat-ayat surat An Nashr';

  1. Apabila telah datang pertolongan Allah dan Kemenangan
  2. Dan kami lihat mereka masuk Islam secara berbondong-bondong
Apabila dengan pertolongan Allah maka inipun bisa terjadi dan merupakan suatu yang gaib pada waktu itu bahwa nanti semua orang Arab akan masuk Islam secara berbondong-bondong. Hal ini terbukti setelah kaum Quraish dikalahkan.
Dan benar setelah mereka kalah di dalam penaklukkan Makkah maka berbondong-bondonglah mereka masuk Islam dan hanya dalam beberapa waktu saja hampir seluruh penduduk Arab memeluk agama Islam dan jumlahnya waktu itu sekitar 10 sampai dengan 12 juta orang. Pada hal beberapa tahun sebelumnya setelah sekitar 8 tahun berdakwah hanya beberapa gelintir saja yang memeluk Islam.

Ayat 3 "dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohon ampun kepadaNya, sesungguhnya dia Maha Menerima tobat"

Surat An-nashr ini juga sebagai pertanda akan semakin dekatnya ajal Rasullulah. Rasulullah membiasakan diri untuk beristigfar minimal 75 kali dalam sehari. Ini untuk mengingatkan kepada kita bahwa kita jangan sombong dengan amal-amal soleh kita, tanpa Istigfar belum tentu semua amal soleh kita diterima oleh Allah SWT. Fungsi Istigfar selain memohon ampunan Allah tapi juga untuk mendapatkan berkah. Banyak berkah yang yang didapat dan mempebanyak rezeki, menyuburkan tanaman dan kemudahaan. Istigfar juga bisa memperbanyak rezeki. Apa lagi pada saat menjelang ajal datang, berbanyaklah membaca istigfar. Selama kita beristigfar tidak ada dosa-dosa besar lagi.

Ibu Abbas berpendapat bahwa surat An Nashr ini adalah pertanda akan datangnya ajal Nabi SAW karena sudah hampir selessainya tugas beliau karena pada saat itu hampir semua jazirah Arab sudah memeluk Islam dan beberapa utusan juga sudah dikirim kenegara-negara lain untuk menyebarkan Islam.

Demikian catatan kami, mohon maaf jika ada yang tertinggal dan kurang pada tempatnya. Semoga Allah SWT memberi manfaat atas.

Jakarta 28 Januari 2008
Mhd. Taufik Arifin
081586662730

Friday, January 25, 2008

Mobil Jatuh Dari Gedung Lantai 8, apakah ada asuransinya?

Untuk kesekian kalinya terjadi jadi lagi kecelakaan akibat jatuhnya kendaraan dari lantai parkir gedung bertingkat di Jakarta. Beberapa bulan lalu ada sebuah mobil Honda Jazz yang bersisi satu keluarga jatuh dari lantai 4 gedung ITC Permata Hijau yang menyebabkan satu keluarga tewas, beberapa waktu kemudian terjadi lagi di daerah Bekasi, kemudian kembali terjadi di gedung yang sama di ITC Permata Hijau. Yang terakhir ini tidak meninggalkan korban namun nyaris saja merenggut nyawa karena sebagian badan kendaraan sudah menjulur ke luar gedung sedangkan mobil masih bisa tertahan oleh dinding.
3 hari lalu kecelakaan serupa terjadi lagi dan kali ini terjadi di gedung JAMSOSTEK di Jakarta Selatan dan jatuh dari ketinggian yang jauh lebih tinggi yaitu dari lantai 8 dan menyebabkan pengemudi tewas dan mobil menjadi remuk.

Kita sangat prihatin dengan kejadian ini, karena semakin hari semakin sering saja terjadi kecelakaan serupa, sehingga kita menjadi was-was untuk memarkir kendaraan di gedung bertingkat yang memang cara parkirnya.
Pertanyaannya sekarang apakah yang menjadi penyebab kecelakaan dan siapa yang bertanggung jawab?

Penyebab kecelakaan bisa berasal dari pengemudinya sendiri karena mungkin kurang berhati-hati atau mungkin kurang mahir di dalam mengendarai kendaraan di tempat parkir yang memang sempit dan berkelok-kelok. Apalagi untuk model gedung seperti gedung-gedung ITC yang memang sangat tinggi dan tikungan tajam, mungkin anda sependapat dengan kami, cobalah parkir di gedung-gedung ITC seperti Serpong, Permata Hijau, Cempak Putih, Kuningan dan Mangga Dua yang bagi orang yang belum begitu mahir dan belum terbiasa memarkir kendaraan di gedung seperti ini akan sangat sulit. Pada saat naik atau turun pengendara harus benar-benar extra hati-hati sehingga tidak menabrak dinding jalan, kalau ada sedikit saja gangguan, kendaraan bisa tiba-tiba menabrak dinding dan jatuh.

Dengan kondisi seperti itu bisa saja terjadi kesalahan pada pihak pengelola gedung yang kurang sempurna di dalam merancang tempat parkir yang aman dan dapat melindungi pengendara.
Disamping itu pembuatan dinding tempat parkir perlu pula menjadi perhatian pengelola sehingga jika kendaraan menabraknya ia masih dapat menahan kendaraan sehingga mencegahnya untuk terjun dari lantai parkir.

Kesalahan juga bisa terjadi pada pihak pengemudi terutama bagi yang belum perpengalaman di dalam memarkir kendaraan di dalam gedung bertingkat. Memang tidak ada latihan mengemudi khusus untuk itu, namun seharusnya setiap pengemudi perlu dilatih untuk memarkir kendaraan di dalam gedung. Karena kalau mereka sedikit saja melakukan kesalahan akibatnya bisa sangat fatal. Seperti yang diperkirakan yang terjadi atas kecelakaan di gedung Menara Jamsostek dimana sipengemudi kemungkinan belum terbiasa dengan mengendarai mobil dengan gigi otomatis dimana dia melakukan kesalahan dengan memasukkan gigi mundur dengan tekanan gas yang tinggi menyebabkan kendaraan bergerak sangat kencang, meskipun di ujung dinding parkir sudah dipasang besi penahan sebelum mencapai dinding namun karena gerakan kendaraan sangat cepat maka kendaraan bisa melewatinya dan bahkan menghujam dinding dan terjun ke bawah.

Apakah kecelakaan ini dijamin asuransi?
Itulah pertanyaan yang muncul di kepala sebagian orang terutama mereka sudah "insurance minded" Di dalam kecelakaan seperti ini ada beberapa jenis asuransi yang bisa merespon antara lain;

Asuransi Kendaraan Bemotor
Yaitu asuransi atas kendaraan itu sendiri, yang mengganti segala kerusakan yang terjadi akibat terjunnya kendaraan tersebut. Kalau dilihat dari hasil fotonya maka besar kemungkinan kendaraan sudah rusak total sehingga terjadi Total Loss dan asuransi akan mengganti penuh kendaraan tersebut.
Biasanya di dalam setiap polis asuransi kendaraan bermotor ditambahkan juga jaminan Personal Accident (PA) untuk pengendara atau PA driver dimana manfaatnya akan didapat jika pengemudi meninggal dunia atau cacat total oleh kecelakaan. Dalam kondisi seperti ini dimana pengemudi meninggal dunia maka otomatis jaminan asuransi PA akan memberi penggantian kepada ahli waris 100%.

Asuransi Public Liability
Hampir setiap gedung bertingkat atau gedung yang digunakan oleh umum di Jakarta biasanya dijamin oleh polis asuransi Public Liability atau polis asuransi jaminan terhadap pihak ketiga.
Di dalam kejadian ini, bisa saja polis asuransi ini "mengganti" kerugian yang terjadi akan tetapi hanya untuk kecelakaan terhadap pihak ketiga yang terkena langsung oleh kejadian tersebut, misalnya pada saat jatuh kendaraan itu menimpa kendaraan lain atau orang lain sehingga kendaraan tersebut rusak atau orang lain meninggal atau cidera. Dalam kasus ini kita belum mendengar jika ada kerusakan yang terjadi. Kalau ada maka polis asuransi ini bisa mengganti tuntutan dari pihak ketiga yang mengalami kerugian.

Professional Indeminity Insurance
Kalau penyebab kecelakaan disebabkan oleh kesalahan di dalam merancang gedung atau kesalahan di dalam pengelolaan gedung maka klaim asuransi bisa juga diarahkan kepada polis asuransi Professional Indemnity. Asuransi ini menjamin tuntutan dari pihak ketiga yang mengalami kerugian yang disebabkan oleh kesalahan dan kelalaian di dalam merancang dan membangun gedung ataupun di dalam pelaksanaan operasional.
Polis asuransi ini biasanya dimiliki oleh perusahaan konsultan, kontraktor dan pengelola gedung. Pertanyaannya apakah pihak-pihak yang terkait sudah mempunyai polis asuransi Professional Indemnity ini? karena harus diakui masih sangat sedikit perusahaan yang memiliki jenis asuransi ini di dalam operasinya di Indonesia.

Life Insurance dan JAMSOSTEK
Karena korban sudah meninggal, jika semasa hidupnya almarhum memiliki polis asuransi jiwa, maka ahli warisnya sudah berhak untuk mengajukan klaim. Termasuk juga klaim kepada Jamsostek jika si korban menjadi karyawan atau ikut program Jamsostek.

"Accident can happen anywhere, anytime and to anyone", jadi senantiasa berhati-hati dan lindungi diri jika hal itu terjadi.

Semoga bermanfaat.

Salam,


Taufik Arifin
"ahli asuransi dan risk management"

Tuesday, January 15, 2008

Wajah Optimis vs Wajah Pesimis....

Kita sudah sering mendengar dan mengetahui pentingnya sifat optimis di dalam setiap hal. Hari Minggu lalu saya melihat bukti langsung akan kesaktian dari sikap otimis ini.
Bagi anda penggemar sepak bola mungkin anda sempat menonton pertandingan final Copa Indonesia yang diadakan pada hari Minggu 13 Januari 2008 yang menampilkan final antara SRIWJAYA FC vs PERSIPURA yang dimenangkan oleh SRIWIJAYA FC melaluai adu pinalti.

Saturday, January 5, 2008

Alhmdullilah, sekarang saya punya Blog

Dengan mengucap syukur alhamdulillah saya sedang memulai sebuah Blog yang sudah hampir 1 tahun ini saya ingingkan sekali. Semakin lama saya berkecimpung di dunia "maya" semakin saya tahu bahwa saya harus terus masuk semakin dalam ke dunia ini agar saya bisa menyalurkan hobby saya dan sekaligus membangun network saya.
Setiap saya membaca e-mail dan posting dari beberapa orang rekan di internet saya sering melihat di bagian sign in di bawah mereka mencatungkan alamat blog mereka dan hampir semuanya saya kunjungi dan saya selalu pertanya Blog saya mana?
Saya mencari info bagaimana caranya supaya saya segera bisa memiliki Blog, saya coba melakukan nasihat mereka, mencari di internet dan ternyata banyak sekali petunjuknya, tapi sayangnya saya ini masih GAPTEK dan setelah beberapa kali mencoba tapi gagal. Tapi kali ini, BERHASIL!.

Ternyata kuncinya saya harus punya account google dulu atau punya account gmail dulu dan barulah saya bisa. Maklum saya selama ini ada di Yahoo. Saya tahu Yahoo juga punya blog tapi saya belum berhasil, kalau sudah ada ini, yah rasanya sudah cukup.

Dengan adanya blog ini saya akan leluasa menuliskan hal-hal yang menarik bagi rekan dan teman-teman saya. Hal yang menjadi perhatian saya terutama hal-hal bersifat bisnis, manajemen, budaya, agama, olahraga serta pendidikan.

Kepada rekan-rekan semua, saya harap dengan adanya blog ini kita bisa meningkatkan komunikasi dan saling berbagi untuk kebaikan kita semua.

Salam,


Taufik Arifin