Berikut ini catatan kami dari pengajian rutin Jl. Purwakarta Jakarta Pusat yang dengan pengajar ustad Abdurrahman Al Baghdady yang diadakan pada tanggal 27 Januari 2008
Surat ini turun berkenaan dengan satu peristiwa besar di dalam dakwah Islam yang disampaikan oleh Rasullah SAW. Pada saat Nabi Muhammad memanggil saudara-saudara beliau kaum Quraisy atas perintah Allah SWT. Beliau memanggil mereka satu persatu dengan nama-nama mereka. Mereka semua datang, bagi yang tidak bisa hadir mereka mengirim utusan mereka.
Rasul berdiri di atas puncak buki Safa dan beliau berkata "hai saudara-saudaraku, ketahuilah bahwa seorang pemimpin tidak akan menipu kaumnya sendiri, demi Allah kalau aku boleh menipu bangsa-bangsa niscaya aku tidak akan melakukan kepada kalian, ketahuilah bahwa kalian akan dibangkitkan dari kubur". Selanjutnya Rasulullah bertanya kepada mereka "bagaimana pendapat kalian jika aku beritahu jika dibelakang bukit itu ada musuh yang siap menggempur kita, kalian percaya?", mereka menjawab percaya!. Kemudian nabi menyampaikan "ketahuilah bahwa aku ini adalah Rasul Allah". Mendengar pernyataan itu salah seorang kerabat Nabi bernama Abu Lahab berang dan mengatakan "binasalah kamu sepanjang hari ini, dan selanjutnya ia mengatakan "apakah karena urusan sekecil itu kamu memanggil kami?"
Lalu saat itu juga Allah menurunkan ayat pertama surat Al-Lahab yang artinya sebagai jawaban langsung atas bantahan dari Abu Lahab,
(ayat 1) "binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa". Setelah mendengar ayat ini semua hadirin bubar dan kemudian Abu Lahab berkata "aku akan melindungi diriku dengan harta-harta dan anak-anakku di hari akhir". Atas pernyataan ini Allah SWT menurunkan ayat yang kedua dari suat Al-Lahab yang artinya:
(ayat 2) "tiadalah faedah kepadanya harta bendanya dari apa yang ia usahakan".
Dikisahkan pula bahwa pernah salah seorang anak Abu Lahab melamar salah seorang puteri Rasullulah tapi kemudian dia meminta anaknya untuk memutuskan lamaran tersebut.
Ayat 3, "Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak" . Ayat ini diturunkan pada saat yang berbeda. Ternyata akhirnya Abu Lahab dia benar-benar binasa di dunia, dia mati dalam keadaan yang sangat tragis. Dia terkena penyakit kulit yang sangat parah sehingga dia dibenci oleh masyarakat dan dia disingkirkan karena mereka takut akan tertular penyakit yang diderita oleh Abu Lahab. Dia dimasukkan ke dalam gua batu sembari dilempari oleh warga dan didorong dengan kayu sehingga dia masuk ke dalam lobang dan lobangnya ditimbun dengan batu dan dia mati disana. Sekarang terbukti siapa yang binasa, Rasulullah ataukah abu Lahab? Hari kematiannya bertepatan 6 hari setelah perang Badr.
Selama dia hidup, dia mengikuti kemana saja Rasullulah pergi berdakwah, setiap Rasullulah selesai memberikan ceramah maka Abu Lahab maju dan langsung menjelek-jelekkan dakwah Rasullulah dan menfitnahnya.
Ayat 4 "dan (begitu pulalah) dengan pembawa kayu bakar" Yang dimaksud si pembawa kayu bakar disini adalah isteri dari Abu Lahab. Dia dipanggili dengan panggilan itu karena di malam hari dia menyembunyikan identitasnya dengan menjadi pencari kayu duri yang diikatkan didirinya dan dibawa dan dilemparkan ke halaman rumah Rasullulah dengan tujuan agar Nabi terkena duri dan celaka pada saat Nabi pulang ke rumahnya di malam hari setelah pulang berdakwah. Di neraka kelak dia juga akan diikat dengan kayu tersebut dan digantung dilehernya ada sabut tali yang terbakar dan apinya tidak pernah padam.
Ayat 4 "yang dilehernya ada tali dari sabut" . Begitu dia tahu bahwa ayat ini diturunkan isteri Abu Lahab marah sekali dan ingin membunuh Nabi dengan cara melemparkan batu. Pada saat itu ada sahabat Nabi Abu Bakar berada dekat Nabi dan sangat khawatir jika Nabi terkena lemparan batu itu. Nabi katakan kepada Abu Bakar bahwa tidak asaha khawatir karena sesungguhnya isteri Abu Lahab tidak melihat keberadaan Nabi karena Allah telah mengelabui matanya.
Beberapa point penting daru surat Al Lahab;
Surat Al-Lahab
Surat ini turun di Makkah sehingga ia menjadi surat kelompok Makkiyah turun sesudah surat Al Muddassir. Surat Al Lahab terdiri dari 5 ayat.Surat ini turun berkenaan dengan satu peristiwa besar di dalam dakwah Islam yang disampaikan oleh Rasullah SAW. Pada saat Nabi Muhammad memanggil saudara-saudara beliau kaum Quraisy atas perintah Allah SWT. Beliau memanggil mereka satu persatu dengan nama-nama mereka. Mereka semua datang, bagi yang tidak bisa hadir mereka mengirim utusan mereka.
Rasul berdiri di atas puncak buki Safa dan beliau berkata "hai saudara-saudaraku, ketahuilah bahwa seorang pemimpin tidak akan menipu kaumnya sendiri, demi Allah kalau aku boleh menipu bangsa-bangsa niscaya aku tidak akan melakukan kepada kalian, ketahuilah bahwa kalian akan dibangkitkan dari kubur". Selanjutnya Rasulullah bertanya kepada mereka "bagaimana pendapat kalian jika aku beritahu jika dibelakang bukit itu ada musuh yang siap menggempur kita, kalian percaya?", mereka menjawab percaya!. Kemudian nabi menyampaikan "ketahuilah bahwa aku ini adalah Rasul Allah". Mendengar pernyataan itu salah seorang kerabat Nabi bernama Abu Lahab berang dan mengatakan "binasalah kamu sepanjang hari ini, dan selanjutnya ia mengatakan "apakah karena urusan sekecil itu kamu memanggil kami?"
Lalu saat itu juga Allah menurunkan ayat pertama surat Al-Lahab yang artinya sebagai jawaban langsung atas bantahan dari Abu Lahab,
(ayat 1) "binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa". Setelah mendengar ayat ini semua hadirin bubar dan kemudian Abu Lahab berkata "aku akan melindungi diriku dengan harta-harta dan anak-anakku di hari akhir". Atas pernyataan ini Allah SWT menurunkan ayat yang kedua dari suat Al-Lahab yang artinya:
(ayat 2) "tiadalah faedah kepadanya harta bendanya dari apa yang ia usahakan".
Dikisahkan pula bahwa pernah salah seorang anak Abu Lahab melamar salah seorang puteri Rasullulah tapi kemudian dia meminta anaknya untuk memutuskan lamaran tersebut.
Ayat 3, "Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak" . Ayat ini diturunkan pada saat yang berbeda. Ternyata akhirnya Abu Lahab dia benar-benar binasa di dunia, dia mati dalam keadaan yang sangat tragis. Dia terkena penyakit kulit yang sangat parah sehingga dia dibenci oleh masyarakat dan dia disingkirkan karena mereka takut akan tertular penyakit yang diderita oleh Abu Lahab. Dia dimasukkan ke dalam gua batu sembari dilempari oleh warga dan didorong dengan kayu sehingga dia masuk ke dalam lobang dan lobangnya ditimbun dengan batu dan dia mati disana. Sekarang terbukti siapa yang binasa, Rasulullah ataukah abu Lahab? Hari kematiannya bertepatan 6 hari setelah perang Badr.
Selama dia hidup, dia mengikuti kemana saja Rasullulah pergi berdakwah, setiap Rasullulah selesai memberikan ceramah maka Abu Lahab maju dan langsung menjelek-jelekkan dakwah Rasullulah dan menfitnahnya.
Ayat 4 "dan (begitu pulalah) dengan pembawa kayu bakar" Yang dimaksud si pembawa kayu bakar disini adalah isteri dari Abu Lahab. Dia dipanggili dengan panggilan itu karena di malam hari dia menyembunyikan identitasnya dengan menjadi pencari kayu duri yang diikatkan didirinya dan dibawa dan dilemparkan ke halaman rumah Rasullulah dengan tujuan agar Nabi terkena duri dan celaka pada saat Nabi pulang ke rumahnya di malam hari setelah pulang berdakwah. Di neraka kelak dia juga akan diikat dengan kayu tersebut dan digantung dilehernya ada sabut tali yang terbakar dan apinya tidak pernah padam.
Ayat 4 "yang dilehernya ada tali dari sabut" . Begitu dia tahu bahwa ayat ini diturunkan isteri Abu Lahab marah sekali dan ingin membunuh Nabi dengan cara melemparkan batu. Pada saat itu ada sahabat Nabi Abu Bakar berada dekat Nabi dan sangat khawatir jika Nabi terkena lemparan batu itu. Nabi katakan kepada Abu Bakar bahwa tidak asaha khawatir karena sesungguhnya isteri Abu Lahab tidak melihat keberadaan Nabi karena Allah telah mengelabui matanya.
Beberapa point penting daru surat Al Lahab;
- Dalam mengembangkan dakwah perlu menggunakan sarana yang tersedia seperti yang dicontohkan oleh Nabi dimana beliau memanggil saudara-saudaranya sambil berdiri di atas puncak Bukit Sofa agar beliau bisa melihat semuanya dan suara beliau dapat di dengar dengan baik.
- Bahwa untuk berdakwah adalah usaha yang penuh dengan tantangan, setiap dakwah yang baik pasti ada yang menentang dan tantangan itu harus bisa diatasi.
- Setiap kejahatan harus diexpose dengan menyebutkan nama-nama oknumnya seperti Abu Lahab.
- Surat ini juga menegaskan tentang kebenaran ajaran Rasullulah dan kebinasaan yang ditimpakan kepada penentang ajarannya seperti Abu Lahab.
Surat An Nashr
Surat An-Nashr terdiri dari 3 ayat, surat ini termasuk surat Makkiyah karena diturunkan di kota Makkah dan merupakan surat yang terakhir yang diturunkan di kota Makkah. Surat ini turun setelah Rasullulah berhasil menaklukkan kota Makkah pada tahun ke 8 Hijriyah.
Berkenaan dengan kemenangan yang diberikan Allah untuk menaklukkan kota Makkah maka judul surat ini berasal dari kata Nashrullah atau pertolongan Allah.
Keberhasilan Rasullulah menaklukkan dengan cara damai dengan membawa pasukan sekitar 10,000 orang. Di lain pihak pasukkan Quraish Makkah tidak mempunyai pasukan sebanyak itu. Hal ini terjadi setelah Abu Sofyan salah satu tokoh kaum Quraish sudah masuk Islam. Pada saat memasuki kota Makkah Rasullulah mengatakan "barang siapa yang masuk ke dalam rumahnya dan dia tidak melawan maka dia aman, dan juga bagi mereka yang mencari perlindungan di rumah Abu Sofyan dia juga aman".
Pada saat Rasullulah sampai di Masjidil Haram beliau menemukan ada 360 berhala ada disana. Kemudian Ka'bah dibersihkan. Rasullulah mengumumkan nama-nama penjahat terburuk dan Rasul memerintah untuk membunuh mereka.
Ayat-ayat surat An Nashr';
Dan benar setelah mereka kalah di dalam penaklukkan Makkah maka berbondong-bondonglah mereka masuk Islam dan hanya dalam beberapa waktu saja hampir seluruh penduduk Arab memeluk agama Islam dan jumlahnya waktu itu sekitar 10 sampai dengan 12 juta orang. Pada hal beberapa tahun sebelumnya setelah sekitar 8 tahun berdakwah hanya beberapa gelintir saja yang memeluk Islam.
Ayat 3 "dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohon ampun kepadaNya, sesungguhnya dia Maha Menerima tobat"
Surat An-nashr ini juga sebagai pertanda akan semakin dekatnya ajal Rasullulah. Rasulullah membiasakan diri untuk beristigfar minimal 75 kali dalam sehari. Ini untuk mengingatkan kepada kita bahwa kita jangan sombong dengan amal-amal soleh kita, tanpa Istigfar belum tentu semua amal soleh kita diterima oleh Allah SWT. Fungsi Istigfar selain memohon ampunan Allah tapi juga untuk mendapatkan berkah. Banyak berkah yang yang didapat dan mempebanyak rezeki, menyuburkan tanaman dan kemudahaan. Istigfar juga bisa memperbanyak rezeki. Apa lagi pada saat menjelang ajal datang, berbanyaklah membaca istigfar. Selama kita beristigfar tidak ada dosa-dosa besar lagi.
Ibu Abbas berpendapat bahwa surat An Nashr ini adalah pertanda akan datangnya ajal Nabi SAW karena sudah hampir selessainya tugas beliau karena pada saat itu hampir semua jazirah Arab sudah memeluk Islam dan beberapa utusan juga sudah dikirim kenegara-negara lain untuk menyebarkan Islam.
Demikian catatan kami, mohon maaf jika ada yang tertinggal dan kurang pada tempatnya. Semoga Allah SWT memberi manfaat atas.
Jakarta 28 Januari 2008
Mhd. Taufik Arifin
081586662730
Berkenaan dengan kemenangan yang diberikan Allah untuk menaklukkan kota Makkah maka judul surat ini berasal dari kata Nashrullah atau pertolongan Allah.
Keberhasilan Rasullulah menaklukkan dengan cara damai dengan membawa pasukan sekitar 10,000 orang. Di lain pihak pasukkan Quraish Makkah tidak mempunyai pasukan sebanyak itu. Hal ini terjadi setelah Abu Sofyan salah satu tokoh kaum Quraish sudah masuk Islam. Pada saat memasuki kota Makkah Rasullulah mengatakan "barang siapa yang masuk ke dalam rumahnya dan dia tidak melawan maka dia aman, dan juga bagi mereka yang mencari perlindungan di rumah Abu Sofyan dia juga aman".
Pada saat Rasullulah sampai di Masjidil Haram beliau menemukan ada 360 berhala ada disana. Kemudian Ka'bah dibersihkan. Rasullulah mengumumkan nama-nama penjahat terburuk dan Rasul memerintah untuk membunuh mereka.
Ayat-ayat surat An Nashr';
- Apabila telah datang pertolongan Allah dan Kemenangan
- Dan kami lihat mereka masuk Islam secara berbondong-bondong
Dan benar setelah mereka kalah di dalam penaklukkan Makkah maka berbondong-bondonglah mereka masuk Islam dan hanya dalam beberapa waktu saja hampir seluruh penduduk Arab memeluk agama Islam dan jumlahnya waktu itu sekitar 10 sampai dengan 12 juta orang. Pada hal beberapa tahun sebelumnya setelah sekitar 8 tahun berdakwah hanya beberapa gelintir saja yang memeluk Islam.
Ayat 3 "dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohon ampun kepadaNya, sesungguhnya dia Maha Menerima tobat"
Surat An-nashr ini juga sebagai pertanda akan semakin dekatnya ajal Rasullulah. Rasulullah membiasakan diri untuk beristigfar minimal 75 kali dalam sehari. Ini untuk mengingatkan kepada kita bahwa kita jangan sombong dengan amal-amal soleh kita, tanpa Istigfar belum tentu semua amal soleh kita diterima oleh Allah SWT. Fungsi Istigfar selain memohon ampunan Allah tapi juga untuk mendapatkan berkah. Banyak berkah yang yang didapat dan mempebanyak rezeki, menyuburkan tanaman dan kemudahaan. Istigfar juga bisa memperbanyak rezeki. Apa lagi pada saat menjelang ajal datang, berbanyaklah membaca istigfar. Selama kita beristigfar tidak ada dosa-dosa besar lagi.
Ibu Abbas berpendapat bahwa surat An Nashr ini adalah pertanda akan datangnya ajal Nabi SAW karena sudah hampir selessainya tugas beliau karena pada saat itu hampir semua jazirah Arab sudah memeluk Islam dan beberapa utusan juga sudah dikirim kenegara-negara lain untuk menyebarkan Islam.
Demikian catatan kami, mohon maaf jika ada yang tertinggal dan kurang pada tempatnya. Semoga Allah SWT memberi manfaat atas.
Jakarta 28 Januari 2008
Mhd. Taufik Arifin
081586662730


3 comments:
tafsir yang bermanfaat...wassalam
kudu banyakin posting kyk gini.bwt org2 sibuk yang bingung mau kmana bwt belajar agamanya....fastest cari internet
hmmmm... mohon dilihat kembali ... Surat An Nashr ini unik... meski diturunkannya di kota Mekkah... namun semua ulama bersepakat bahwa surat ini termasuk surat Madaniyah yang turun pada hari Tasyik saat Rasulullaah di Mina melaksanakan haji Wada' dan dianggap sebagai surat yang memberi tanda bahwa tak akan lama lagi Rasulullaah SAW akan wafat. Silakan Browsing lagi atau langsung dibuka Al Qur'an maupun Asbabun Nuzulnya (sebab-sebab turunnya)surat ini. Salam Ukhuwah...
Post a Comment